by:Alfi Sina Vinci
Aku buta
Mataku bersemu kabut halus menutupiku
Aku buta
Dalam gulita aku memaksa mencari raga yang ku tuju
Aku buta
Aku tak tau kemana kini haluanku
Aku tuli
Di tengah ramainya aku hanya bisa menyepi
Aku tuli
Dalam damai aku menanti jiwa kanda yang setia berlari
Aku tuli
Antara nasihat disini tak ku dengar tak ku raih
Aku bisu
Lidahku tak mampu mengecap tak mampu mengucap
Aku bisu
Bibirku beku berkata padamu
Aku bisu
Aku tak bisa mengucapkan kata itu
Hanya rasa
Hanya rasa yang kuasai hatiku
Hanya rasa yang rajai benakku
Hanya rasa yang bisa ku serahkan
Hanya rasa yang bisa kau anutkan
Hanya rasa itu...
Cinta
November 2011, dalam kerut pikiran setiap pengemis
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Desember 2011
Minggu, 16 Oktober 2011
sebuah maaf
pagi terik menjelma buta
hening bukan sunyi lagi
mungkin kembali bersamudra
atau tenggelam oleh sepi
sedetik silam engkau berlalu
tapi masih kudengar aromamu
petuahmu menyihirku bisu
tertegun sndiri tiada ucap
aku sudah salah
aku mungkin berdosa
sungguh tiada harta kumiliki
kecuali cahaya dalam senja
namun bagaimana ku lukiskan maaf
bila kanvas hati enggan kau buka
bagaimana aku mendekati kalbu
bila sedetik kutemui kau berubah arah
kumohon jangan buka selimut dukamu
tataplah sejenak penyesalanku
suara hati ini seperti mabuk
bagai purnama tanpa cahaya
kususun tiap tangkai mawar maafku
di lantai yang berdindingkan perih
berharap merengkuh kembali senyumanmu
yang sirna karena diriku
mungkin musnah bagiku menggapai maaf
dan haram bagimu menghapus khilafku
namun hatiku terus mendayu
"Bukalah Tirai Maaf Untukku!"
Langganan:
Postingan (Atom)